Alasan Canon 750D Jadi Primadona

Penonton Pintar Budayakan Sensor Mandiri

Narasumber Yang Kece dan Inspiratif.
NgulikYuk - Hai Ngulikers, gimana kabarnya ? Mimin harap baik dan luar biasa. Kalau mimin sendiri luar biasa baik dan penuh semangat karena minggu lalu tepatnya kamis,(26/09/2018) kami blogger Bengkulu dapat ilmu baru yakni tentang perfilman. Iya, Lembaga Sensor Indonesia melakukan kegiatan yang dikemas dalam talkshow bertajuk “ Budaya Sensor Mandiri “.

Kegiatan ini memang sudah dirancang sedemikian rupa pada hari minggu,(21/09/2018) namun karena hal ditunda menjadi hari kamis. 

Blogger Bengkulu dibantu oleh Cari Bengkulu menjadi panitia penyelenggara kegiatan yang dilaksanakan bertempat di Konakito Cafe, Jl. Pariwisata Tapak Paderi Kota Bengkulu. 

Noor Sa’adah dan Mildaini adalah narasumber yang membagikan ilmunya secar gratis dan menginspirasi tentunya.



Berkenalan Dengan Noor Sa’adah

Lahir   di   Banjarmasin, menuntaskan studi S1 di FISIP Universitas Airlangga, Surabaya (1986) dan S2 Ilmu Komunikasi  Universitas  Indonesia  (2008). Noor mengisi masa mudanya dengan berbagai kegiatan penelitian, seperti menjadi tim Riset untuk KIP (Kampong Improvement Program) oleh UNDP dan FISIP Universitas Airlangga,  tim  riset Semen Gresik  untuk Lingkungan Hidup oleh  Semen Gresik dan FISIP Universitas Airlangga.   

Selanjutnya pada tahun 1991-1997, Noor pernah menjadi produser dibeberapa stasiun televisi nasional. Diantaranya menjadi produser acara Warna Warni (variety show) di RCTI, Tebak Gambar (game   show) di RCTI, Russian Roulette (game  show) di Trans TV, Chance Of a Life Time (game show) di SCTV, Timang-Timang (magazine  format) di TV7, Who Wants To Be A Millionaire di  RCTI, Super Milyarder Tiga Milyar (game show)  di Antv,  dan  sebagainya.

Sebagai ahli  bahasa, Noor  juga  sering menjadi penerjemah freelance untuk jurnal dan artikel Pendidikan. Kemudian, Noor pernah menjabat sebagai Komisioner  KPID  DKI Jakarta  (2010-2014)  dan Staf Ahli di DPR-RI (2008-2009). Di LSF, kini Noor menjabat sebagai Anggota Komisi II, Bidang Hukum dan Advokasi.


Berkenalan Dengan Mildaini

Milda Ini adalah Seorang ibu dari tiga orang putri ia lahir dan besar di Bengkulu. Keturunan Serawai dan Rejang Kalepahiang. Milda senang menulis dan ngeblog. Saat ini ada sekitar 23 buku antologi dan 6 buku solo yang ia terbitkan. Karya terbaru di tahun 2018 berjudul Smart and Happy Mom yang diterbitkan oleh Tinta Medina merupakan Buku yang cocok untuk Mama muda yang perlu banyak Tips.Saat ini Milda sebagai Founder dan ketua blogger Bengkulu.
Selain itu ia juga Ketua Relawan TIK Provinsi Bengkulu, Badan Pengurus Pusat Forum Lingkar Pena, Penasihat Forum Lingkar Pena, Manager Blogger FLP, Koordinator Bengkulu Emak-emak Doyan Nulis, Milda saat ini bertempat tinggal di Perumahan Sopo Indah , Jalan Halmahera . Surabaya, Kota Bengkulu.


Ringkasan Materi

Era digitalisasi saat ini dunia Perfilman sangat pesat mulai dari film anak-anak sampai film dewasa pun tak luput bertumbuh, bukan hanya Bioskop dan Televisi bahkan di Media Sosial pun bermunculan. Bioskop sudah menjadi gaya hidup saat ini, Lembaga sensor Indonesia sudah memilah film yang masuk ke Bioskop baik itu film lokal maupun film Luar Negeri. Lembaga Sensor Film Indonesia hanya mengkualifikasikan batasan umur, Jikalau ada bagian yang musti dipotong harus dikembalikan kepada produser atau rumah produksi itu sendiri. 


Kesimpulan

Jadilah penonton yang cerdas dengan Budaya Sensor Mandiri sesuai dengan batasan Usia, dampingi adik-adik atau anak usia dini dalam memilih tontonan yang mendidik dan Informatif. 







Comments

  1. Waah sayang ya acaranya dihari kerja jadinga gak bisa ikutan dech.... ikut senang saja dapat khabar bahwa acaranya sukses yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga banyak lagi kegiatan yang seperti ini aamiin

      Delete
  2. Mantap.... Btw itu yang tengah tinggi ya.. hensom oula hehe... Mari budayakan sensor mandiri dari diri sendiri

    ReplyDelete
  3. Aku juga melarang Adis menonton beberapa film kartun di tv dan kalau ke bioskop gak berani ngajakin dia nonton film action.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti udah nerapin budaya sensor mulai dari keluarga keren mbak

      Delete
  4. Waaa produser acara-acara tv kesukaanku dulu datang ke Bengkulu..

    ReplyDelete
  5. Kalau di TV udah lumayan ketat sensornya. Yang di web masih agak longgar..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar tuh kita dari dalam aja yang bisa nyengsor sendiri

      Delete
  6. Intinya Jangan nonton sembarangan ya kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu jaga mata telinga dan pandangan , aamiin

      Delete
  7. benar sekali, kalau dbiakan sebebas2nya. syg sm moral anak khususnya. kt harus mengontrol jg perkembangan teknologi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak muda harus jelih benar ? kita adalah generasi yang berada di Tsunami Informasi

      Delete
  8. Mksh sharingnya kak.. Pematerinya kece2 yah..

    ReplyDelete
  9. Kegiatan nya bermanfaat skli yaa.. 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kalo banyak dan tiap bulan aja, pasti seru

      Delete
  10. Iyess banget kakak. Harus pandai-pandai membudayakan sensor mandiri. :)

    ReplyDelete
  11. Replies
    1. selain kece juga seru apalagi materinya bagus

      Delete
  12. Yap, menonton harus didampingi dan diarahkan kalo anak-anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan sampai karena kita kurang pengawasan jadi bobol ya kak

      Delete

Post a Comment

Terimakasih sudah berkomentar secara bijak dan sesuai topik . . .